Photos

Taman Kimia

Taman adalah sebuah tempat yang berhubungan dengan keindahan dari segi warna, penataan, dan suasana. Taman berusaha memberikan ketenangan dan refleksi kepada siapa pun yang melihat sehingga akan merasa nyaman dan selalu ingin menikmati. Taman dapat dibagi menjadi 2 macam yaitu taman alami dan taman buatan. Taman sering kita jumpai di sekitar rumah, tempat bermain, dan tempat rekreasi. Selain itu taman juga dapat di buat, kimia mengajarkan caranya dengan menggunakan bahan kimia kita dapat menciptakan taman kita sendiri dengan penuh warna yang disebut “Taman Kimia”.

taman kimia

Sumber:https://www.google.co.id/search?q=eksperimen+kimia&biw=1525&bih=724&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwi06JGo1NXJAhUHnpQKHR6aAQYQ_AUIBigB&dpr=0.9#tbm=isch&q=eksperimen+kimia+%28taman+kimia%29&imgrc=cP99SitEcgxV_M%3A

Kimia menciptakan bentuk taman tersendiri untuk dapat dinikmati oleh semua orang yang melihatnya. Penciptaan ini didasarkan pada molekul atau bahan yang digunakan. Molekul-molekul itu adalah KMnO4, K2Cr2O4, K2CrO7, FeCl3, CuSO4, CoCl2. Di mana dalam pelarut air mengalami proses pelarutan melalui peristiwa difusi bila tidak ada zat terlarut lain (natrium silikat) peristiwa pelarutan akan cepat. Tetapi karena dalam pelarut air terdapat juga natrium silikat, maka terjadi peristiwa difusi. Jadi molekul-molekul zat terlarut (KMnO4, K2Cr2O4, K2CrO7, FeCl3, CuSO4, CoCl2 ) tidak dapat menyebar ke segala arah dalam pelarut karena terjejal oleh molekul natrium silikat.
Yang terjadi hanya penerobosan lewat sela-sela, sehingga difusi berlangsung lambat. Kebanyakan gerakan difusi mengarah keatas, karena makin keatas dalam cairan, tekanannya makin berkurang. Gerakan molekul padatan akan berhenti bila zat padat yang terlarut habis terdifusi. Jika difusi telah sampai permukaan, sedangkan zat yang terdifusi belum habis, maka proses difusi selanjutnya akan berlangsung horisontal melebar seperti rimbunnya pohon.

 

Lampu Lava

Lampu ialah sebuah penerang di saat berjumpa dengan kegelapan. Lampu mengajarkan kita untuk terus menjadi penerang bagi siapa pun meskipun hal itu dalam kegelapan. Kimia mengajarkan untuk memberi warna pada lampu agar lebih menarik ketika dipandang.

lava

Sumberhttps://www.google.co.id/search?q=eksperimen+kimia&biw=1525&bih=724&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwi06JGo1NXJAhUHnpQKHR6aAQYQ_AUIBigB&dpr=0.9#tbm=isch&q=eksperimen+kimia+lampu+lava&imgrc=i1Nsfsi_nYCzEM%3A

Kimia membuat lampu yang biasa saja menjadi lebih berwarna dengan penambahan beberapa bahan kimia. Bahan kimia yang digunakan seperti, Baking soda (NaHCO3), Tablet effervescent, Pewarna makanan dan Air.

Hal pertama yang dilakukan dalam membuat lampu lava ini adalah memasukkan air sekiranya setengah botol. Lalu, setelah masukkan minyak nabati atau sayur sekiranya seperempat dari volume air. Kita ketahui bahwa air dan minyak tidak dapat menyatu walaupun kita coba untuk mencampurkannya dengan cara mengocoknya terus menerus. Hal ini disebabkan karena koefisien lebih besar daripada koefisien air. Minyak nabati ini bisa diganti dengan alkohol 70%. Tetapi karena penulis ingin menggunakan bahan-bahan yang mudah didapat, digunakanlah minyak nabati ini. Setelah itu masukkan pewarna makanan sekiranya 3 tetes untuk memperindah cairan tersebut. Tahap selanjutnya adalah memasukkan baking soda atau tablet effervescent. Hal yang terjadi ketika tablet effervescent atau baking soda terkena air, maka akan bereaksi dan menghasilkan gelembung karbon dioksida (sama halnya ketika kita mencampur cuka dengan soda kue). Gelembung karbon dioksida tersebut membuat air pada dasar botol terangkat ke atas. Ketika sampai ke permukaan, gas karbon dioksida terlepas dan menyebabkan air yang tadinya berada di atas, menjadi turun kembali ke dasar botol. Percobaan ini bisa diulang tergantung banyaknya baking soda atau yang dimasukkan. Tetapi penulis menggunakan keduanya untuk menghasilkan reaksi gelembung karbon dioksida. Saat percobaan pertama, baking soda yang dimasukkan dalam air hanya menghasilkan sedikit gelembung dan tidak bertahan lama. Percobaan selanjutnya, tablet effervescent yang dimasukkan kedalam cairan tersebut memang menghasilkan banyak gelembung tetapi ini juga tidak bertahan lama. Dan pada percobaan terakhir, penulis memasukkan sekiranya setengah tablet effervescent. Ketika tablet effervescent didalam cairan sudah mulai habis, barulah dimasukkan baking soda. Dan hasil akhirnya, gelembung karbon dioksida menjadi banyak dan bertahan lama.           

Pustaka

https://leopardarl.wordpress.com/2014/11/08/membuat-lampu-lava-sederhana/

http://diankimia02.blogspot.co.id/